Telling Islam to The World

Islam bagiku bukan hanya sekedar agama, namun Islam adalah petunjuk hidup “hudan  linnas”.

Slovenia, 2017

Jadi aku pingin share sedikit pengalaman aku tetang hidup sementara di Slovenia (Eropa).Jujur, sebelum berangkat ada rasa kekuatiran bahwa aku adalah Muslim(ah). Gadis berumur 22 tahun dengan tampilan yang hanya menampilkan wajah dan telapaktangan akan magang di Negara Eropa yang tidak begitu terkenal, Slovenia. Maka dari itu, aku browsing kehidupan Muslim/ah di Negara yang menjadi minoritas untuk mempersiapkan mentalku wkakakkaka lebay ga sih? Tapi ini beneran ahhahah.  Eeeeh, ternyata ada buku dengan judul “Telling Islam to The World” yang ditulis oleh Imam Shamsi Ali.

Pasti kalian tahu tentang beliau. Imam Shamsi Ali ini merupakan orang Indonesia yang menjaditokoh agama Islam di Amerika. Beliau menceritakan pengalaman, kisah dan pemikirannya selama menjalankan dakwah di New York. Nah, yaudah aku tertarik banget untuk baca bukunya. Setelah dibaca banyak banget insight dibuku ini, yang membuat aku lebih percaya diri untuk pergi ke Eropa. Dibuku ini aku belajar bahwa intinya mereka yang islamphobia bisa jadi mereka seperti itu karena mereka tidak tau, tidak paham mengenai islam. Jadi jangan  langsung marah, tersinggung kalo ada “orang luar” yang bawaan benci atau sinis dengan Islam.

Justru sebagai orang islam, seharusnya menjadi lebih role model dari wajah islam yang sesungguhnya TANPA mengurangi IDEALISME.

Singkat cerita, aku mulailah hari pertama sampai di Slovenia dan langsung diantarkanoleh panitia ke tempat magang. First impression, aku ketemu volunteer yang berasal dari Perancis, heum penampilannya bikin agak aku shock yaa kalo di Indonesia kayak preman tapi aku stay to be cool, karena yaa kultur mereka itu hal yang biasa. Terus aku juga ketemu sama volunteer lain yaitu Tom dari Polandia dan Kuan dari Taiwan. Mereka sangat menyambut aku dengan baik, bahkan anak yang sok-sokan kuat ini mau ikut bantuin, disuruh tidur dulu setelah perjalanan lebih dari 24 jam HAHAAHHA. Yaudah ku tidur, sebari mau nangis, karenaaaa  rasanya mau balik Indonesia aja WKAKAKAK…

Well, jadi sorenya itu ada birthday party anak petaninya yangpaling kecil, Zarja. Heum pas aku berada dikerumunan orang Slovenia, heumm Slovenia ini bisa dikatakan bukan Negara yang terbuka sama pendatang. Jadi orang-orang pada liatin aku, yaa secara lagi musim panas, ini ada anak pakaian tertutup semua. Tapi yaudah, ku sudah siapin mental, jadi yaa senyum senyum aja walau ga bisa dibohongi aku rada rada ga enak hati HAHHAHA. Untungnya volunteer lain, berasal dari Negara lain mereka sangat menyenangkan.

Ceritanya, satu pekerja di farm ini tiga hari tidak memperkenalkan diri atau berbicara dengankuaja enggan. Tapi aku yaa bodo amat gitu yaa, dan aku ga sadar kalo Jozi (namanya) itu enggan berkomunikasi denganku sampai Metka sebagai istri petaninya bilang ke aku, tolong maklumin dia. Yaa aku kerja kayak biasa aja, working very hard, terus akhirnya pas lagi makan dia dateng terus memperkenalkan diri. Karena aku kerja disana cukup lama, 2 bulan. Mulai pertengahan Jozi mulai bener-benerterbuka sama aku. Dia baik banget, dia tau aku lemah, ga sekuat volunteer lain yang tenaganya bagai kudaWKAKKAAK. Jadi aku suka dikasih kerjaan yang ga begitu berat. Sampe pokoknya, kalo lagi bersihin selada, dia cuman mau asisten yang bantuin kerjaanya AKU dia bilang “Lala Moja Aziztein” artinya Lala Asisten Aku. OMG please, itu capek bgt sebenernya wkkakakaka. But I’m so happy with that, artinya aku diterima sama orang yang dulu ga mau kenalan sama aku karena penampilanku.

Lain cerita sama Petaninya sendiri, Bogdan. Heumm, Bogdan ini pas minggu awal, kalo ngomong sama aku kayak orang ketakutan bahkan ketika aku ada di sampingnya dia gangasih tau aku cara panen kacang. Sampai akhirnya, waktu itu lagi menanam Selada, karena belum beres aku suka rela bantuin sampe beres ketika yang lain istirahat. Heumm bukan cari muka yeee, tapi planting  must be done AHHAHAHA. Nah mulai dari situ,kebetulan aku yang selalu megang HP dengan koneksi internet yang selalu nyalajadi kalo ada kerjaan, selalu menghubungi aku. Pada suatu hari, Metka istrinyacerita sebenarnya, hari pertama Bogdan ini bilang kalo he’s not sure about youbecause your appearance, but after that everything is Lala HAHAHAHA.

Ada cerita lagi, ada sekeluarga suami,istri berserta tiga anaknya (masih kecil) 3-12 tahunjadi volunteer. Suami dan istrinya ini baiiik bgt sama aku. Keluarga ini, sampe ngajak aku jalan-jalan dan mempersilahkan aku untuk nginep sehari dirumahnya pas main ke kota. Suatu ketika, Barbara (ibu dari 3 anak) bilang ke aku kalo maafin anaknya, karena mereka melihat aku sholat secara diam-diam di kamar. Yaa akumah, ga ada masalah sebenernya. Justru aku senang bisa memperkenalkan Islam. Daaan, beberapa minggu lalu, aku di message Barbara, untuk izin memasukan pengalaman anaknya denganku di artikel  yang dia buat. Barbara ini adalah PhD antropologi. Pas baca, aku terharu gitu. Inti dari artikelnya dia berceritatentang mengajarkan Antropologi ke anak kecil. Pengalaman saat ikut WWOF (ditempatku magang), ketika anaknya diam-diam ngintipin aku sholat, dan bagaimanaanaknya bisa mempraktikan bagaimana aku sholat. Setelah setahun, anaknya inikerumah berbicara soal Islamphobia dan ibunya ngingetin tentang aku, bagaimanainteraksi dia dengan aku. Alhasil bonding yang dibangun aku dan keluarganya, membuatisu Islamphobia ini tidak berlaku bagi Barbara dan keluarga :”) artikelnya bisa di klik disini. 

Barbara’s Article

Well, yang mau share sebenarnya adalah sebagai Muslim/ah, ayo kita tunjukin Islam yang sesungguhnya suka menolong, mandiri, ramah, toleran TANPA MENGURANGI IDEALISME/PRINSIP kita. Yaa ini berat bgt, akujuga wah susah banget lah. Tapi coba semaksimal mungkin untuk tetap menjagaidealisme dan prinsip. Pasti bisa, karena Islam ini agama yang Global. Kuperhatikan, untuk orang Eropa/Amerika mereka akan menghargai pilihan kita, yaaada sih yang rada annoying. Kayak misalnya buat aku makan, mereka dengan rela hati masak masakan yang Halal (vegan/vegetarian). Atau aku bilang “Please useseparate knife for my food” WKAKKAKA and they do that happily. Mereka selalu nanya ke aku, ingredients yang boleh dan ga boleh ada di makananku, huhuhu akuterharu. Mereka juga mengharagai pilihanku untuk ga dateng ke Club untuk party, ya walau aku ga akan minum tapi mama titip pesen “Terserah orang mau bilang apake kamu kalo kamu diajak minum-minum atau party, kamu harus nolak”. Dan everything is going well.

So let’s be a role model for Islam and always learn 🙂

Sincerity,

Nabilah Putri

Muslimah yang masih belajar untuk jadi anak Sholehah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s